Dalam memenuhi kebutuhan spiritual anak, Allah mengharuskan para orangtua memberi teladan kepada anak-anaknya dalam banyak bidang, khususnya dalam bidang rohani. Salah satu contoh teladan tersebut adalah dengan cara mengadakan waktu khusus yang berulang-ulang untuk mengajar anak-anak prinsip-prinsip dasar iman, sehingga tiap generasi patuh, setia, dan mengasihi Allah (bnd. Ul. 6:1-25). Inti dalam ayat ini adalah penekanan tentang keesaan Allah. Keesaan Allah itu diajarkan secara berulang-ulang. Ulangan 6 menyebutkan ada empat tempat bagi orangtua untuk mengajar anak-anak tentang keesaan Allah. Pertama, di rumah. “ ...apabila engkau duduk di rumahmu...”. Pendidikan khususnya pendidikan rohani didapat di sekolah, tetapi umumnya dimulai dari rumah ketika anak-anak masih bayi maupun ketika berkumpul bersama orangtua di rumah. Kedua, sedang dalam perjalanan. Setelah anak cukup kuat, orangtua sudah bisa mengajak anak-anak bepergian. Anak sering bertanya tentang apa-apa yang dilihat dan dirasakannya. Di sinilah orangtua mempunyai banyak kesempatan untuk mengajar dan mendidik anak, karena beberapa tahun kemudian kesempatan seperti ini sudah kurang berguna karena anak sudah mendapatkannya dari luar. Ketiga, ketika berbaring/tidur. Kepada anak diajarkan tentang keesaan Allah melalui cerita. Lewat cerita tersebut, Roh Kudus menanamkan kebenaran yang akan anak ingat dan menjadi bekal sampai dewasa. Keempat, ketika bangun. Mulai dari bangun sampai waktu tidur kembali banyak hal yang dialami anak, oleh karena itu perlu diajarkan tentang keesaan Allah. Berbahagialah orangtua yang tetap mampu mendidik anaknya sekaligus menerima setiap keluh kesah dan kegagalannya, yang mendidik anak dalam segala waktu dan keadaan.
Pendidikan rohani, khususnya pengajaran tentang keesaan Allah yang dilakukan secara dini dan sebaik-baiknya akan memberikan fondasi kepribadian yang kokoh terutama dalam menghadapi berbagai tantangan yang datang dari luar diri anak; keimanan yang kokoh ini turut serta dalam mewujudkan anak sebagai generasi kemudian yang cerdas dan mandiri.
Demikian pula dalam memenuhi kebutuhan material anak (sandang, pangan, dan papan), orangtua harus menyadari bahwa pendidikan anak hanya dapat berlangsung dengan baik apabila berada dalam lingkungan yang kondusif. Lingkungan kondusif adalah lingkungan yang sedemikian rupa dapat menunjang terjadinya proses pendidikan. Penataan lingkungan rumah yang sehat dan menyenangkan, serta suasana interaksi antara anggota keluarga, merupakan lingkungan yang baik bagi pendidikan anak. Orangtua sebaiknya menyediakan berbagai sarana yang diperlukan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam berbagai aspek sesuai dengan kebutuhannya, misalnya alat permainan, tempat bermain, kesempatan bermain dan eksplorasi diri, dengan demikian anak dapat tumbuh dan berkembang secara lebih sehat dan kreatif.
Mau buat AppsMobile?
Featured
Home
Archives for November 2015
Senin, 02 November 2015
Musik Gereja
Tags
Apakah arti MUSIK itu? Jawaban akan pertanyaan ini penting karena music telah memberikan peranan yang sangat penting dalam sejarah manusia. Mengapa? Sebab music merupakan ekspresi/ungkapan isi hati manusia. Setiap orang mempunyai berbagai macam emosi, dan emosi memerlukan saluran. Saluran bagi ungkapan emosi manusia dapat berupa gerakan badan atau vokal. Ungkapan fisik dapat berupa tarian, dan ungkapan vokal dapat berupa musik. Ungkapan-ungkapan semacam ini lambat laun menjadi suatu seni. Musik punya pengaruh yang kuat bagi emosi manusia, ia dapat menjadi alat yg hebat untuk merangsang emosi pendengarnya-mengangkat, memberi inspirasi, mendorong, memperangkap seseorang, dan dapat menjatuhkan atau menghancurkan seseorang.
Apakah yg dikatakan oleh Alkitab mengenai Musikl? Sesungguhnya Alkitab banyak berbicara tentang musik. La Mar Boschman dalam bukunya ”Rebirth Of Music” sebagaimana dikutip oleh Ester Gunawan Nasrani sebagai berikut:
Music is mentioned in the Bible over 839 times. God must consider music important to mention it that many times in His Word. God doesn’t waste words. He doesn’t fill in spaces in the Bible. Each word is there for a reason. Hell is mentioned a little over 70 times, yet how much do we know about hell? Most of us can describe it very vividly. We can picture the flames leaping up at us, yet hell is only mentioned 70 times. Music is mentioned 12 times as often, god must consider music very important. In fact, it is one of the major emphases of the Bible.
Musik merupakan anugerah Allah kepada manusia. Martin Luther sebagai Bapak Reformasi menyatakan : ”Music is a gift of God, not of men”. Ronald Allen dan Gordon Borror, penulis buku “Worship, Rediscovering The Missing Jewel”, mengatakan:“Allah menganugerahkan musik agar kita dapat memperkembangkannya dan menggunakannya untuk mengungkapkan kreatifitas kita di dalam penyembahan dan ibadah kepada Allah”.
Dalam kitab Mazmur yang merupakan buku nyanyian orang Yahudi dapat kita lihat pentingnya peranan musik dalam ibadah. Sebagai contoh dalam Mazmur 95 : 2 “Biarlah kita menghadap wajahNya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorak bagiNya dengan nyanyian mazmur.” Dalam Alkitab bahasa Inggris kata “nyanyian mazmur” itu bunyinya : “music and song”, sehingga artinya jelas sekali bahwa tekanan untuk mendekati Allah melalui musik itu diutamakan.
ekklesia
Tags
Gereja adalah representatif kerajaan Allah di dalam dunia. Oleh karena itu, gereja mempunyai kewajiban untuk melaksanakan tugasnya sebagai wakil Kerajaan Allah. Secara umum, tugas dan kewajiban gereja adalah melayani Tuhan dan sesama. Pelayanan terhadap Tuhan dan sesama kemudian diimplementasikan ke dalam berbagai aspek kehidupan. Implementasi tersebut dapat diklasifikasikan secara spesifik, antara lain: “Liturgia, Diakonia, Koinonia, Kerygma, dan Marturia”. Tugas dan kewajiban tersebut dapat disebut sebagai tujuan gereja sebagai wakil Kerajaan Allah. Gereja yang sehat adalah gereja yang mampu menjalankan tugasnya dengan benar.
Langganan:
Komentar (Atom)